Mengapa Raksasa Bisnis Gagal: Jebakan Sustaining Innovation

Posted by

Tahukah kamu? Perusahaan besar yang sudah mapan (incumbents) sering ambruk bukan karena kurang inovasi, tapi justru karena terlalu sibuk dengan sustaining innovation—inovasi yang sempurna untuk pelanggan premium mereka yang rela bayar mahal. Mereka abaikan pasar bawah yang “murah” dan tampak nggak menguntungkan, padahal itulah pintu masuk disruptive innovation dari pesaing kecil.

Poin ini krusial karena sustaining innovation bikin raksasa jadi buta terhadap ancaman nyata. Kodak, Nokia, atau Blockbuster pernah jadi bukti: mereka unggul di permainan lama, tapi kalah telak saat disruptor seperti digital camera, smartphone, atau Netflix naik daun dari bawah. Ini jebakan klasik yang bisa dialami siapa saja di bisnis.

Mau hindari nasib serupa dan pelajari strateginya? Baca artikel lengkapnya di The Innovator’s Dilemma – Clayton Christensen.

Baca juga:  Risk Sharing: Kunci Alignment untuk Keputusan Tajam